Saya masih baringan ba’da shalat Shubuh, suami bilang sendal hilang 2-2-nya. Punya dirinya dan adik saya. Kedua sendal itu masih sangat bagus dengan merk yang sudah terbukti kualitasnya. Sebentar saya terdiam, dan bangkit menuju teras tempat terkahir sendal itu saya lihat, memang benar sendal-sendal itu sudah raib. Jadinya saya teringat jam tangan kesayangan yang juga hilang beberapa hari yang lalu.
Sendal penting jam tangan juga penting. Apa jadinya klo keluar rumah tanpa alas kaki?! pake sepatu melulu kesannya resmi banget, jam tangan juga butuh saat saya ngaajr di dalam kelas. Pernah suatu kali saya ngajar gk pake jam tangan, kebablasan deh ngajarnya karena bel ganti pelajaran tidak terdengar. Wal hasil saya nagmbil jatah guru yang lain. Sungguh tidak profesional.
Terlepas dari ke tidak hati-hatian saya, sepertinya Allah telah menyediakan pengganti untuk barang yang telah hilang, dan pasti yang lebih baik. Siapa yah yang punya info bagus dimana tempat jualan jam tangan yang kualitas bagus dan harga terjangkau, please kasih tahu saya….makasih sebelumnya.
Ternyata sebagus apapun yang ada pada diri kita itu bukan ‘milik kita’ hanya titipan saja. Terserah titipan itu kapan mau diambil oleh pemiliknya yang haq. Sikap pasrah diri mungkin dinilai lebih tepat dalam menyikapi kondisi seperti ini, dengan harapan penuh pada Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik dan sebagai manusia yang sering khilaf lebih mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga barang titipan itu…(nasehat kepad diri).